Author : Wiliam Shakspear
This book contains the best works of English poets, William Shakespeare. A total of 36 plays, including the famous manuscript: Much Ado About Nothing. This book was first published in 1623 with more than 900 pages. Than a thousand copies were ever printed, is now living a fifth still exists. Most of the library collections, such as at Meisei University in Japan.
Get this book by downloading a digital version on this blog. Because of this, including rare books please apply for downloading by leaving a message in comments field or email me
This text becomes the target of collectors not because it is different from most of the Gospel. The hunters gospel is more to consider printing the historical value and aesthetic value. This is the first book of the Gospel produced by Gutenberg's printing press, in 1450. It is estimated that today in the world there are only 21 remaining Gutenberg Bible. Last auctioned more than 30 years ago.
Get this book by downloading a digital version on this blog. Because of this, including rare books please apply for downloading by leaving a message in comments field or email me
Author : John James Audubon
Nearly two hundred years ago, a book about exotic birds across the United States is first published. The author, John James Audubon, is a good researcher conducting research in the wild. Incidentally he also painter. That's why this great book full of interesting illustrations. Various types of birds he found his way into the interior of America painted in detail and color to the actual size. Therefore, size 60 x 90 inch pages, including above average.
Get this book by downloading a digital version on this blog. Because of this, including rare books please apply for downloading by leaving a message in comments field or email me
BOOK written major European artists and thinkers, Leonardo da Vinci, about five centuries ago. Thickness of only eighteen pieces, written by hand back and forth. But the contents are shaken. In this book, Da Vinci in detail noting the various results of his research about astronomy, fossils, water, stone, and light. Finally, the book is purchased Bill Gates, founder of Microsoft.
Get this book by downloading a digital version on this blog. Because of this, including rare books please apply for downloading by leaving a message in comments field or email me
Get this book by downloading a digital version on this blog. Because of this, including rare books please apply for downloading by leaving a message in comments field or email me
BOOKS collection of literary of English fairy tales, Geoffrey Chaucer, is very famous in Europe. Published in the 14th century, this book became one of the foundation stone of English literature. This book is also considered successful in encouraging people to learn English, and not just Latin and French are also dominated England in the time. In this book, Chaucer to criticize the church and the English clergyman who was experiencing decadence.
Get this book by downloading a digital version on this blog. Because of this, including rare books please apply for downloading by leaving a message in comments field or email me.
Get this book by downloading a digital version on this blog. Because of this, including rare books please apply for downloading by leaving a message in comments field or email me.
| The book title | : BEAUTIES OF NATURE AND ART |
| Volumes | : 1 |
| Author | : Daphne Dale (Editor) |
| Publisher | : National Book Mart |
| Deskripsi |
Rare books about the beauty of the paintings / illustrations of the 19th century, published in 1892, Hard Cover, 384 pages.
Get this book by downloading a digital version on this blog. Because of this, including rare books please apply for downloading by leaving a message in comments field or email me.
Wa-bihi nasta'inu billahi ala. Ini pada menyatakan hikayat Inderaputera yang terlalu amat indah-indah keterangannya cinta berahi itu, pada masanya belum jadi johar patut dengan segala arif bijaksana, ialah yang terlalu amat masyhur di tanah manusia dan di tanah jin dan di tanah indera dan cendera dan di tanah mambang dan peri dan pada tanah dewa. Syahadan yang terlalu amat elok rupanya serta dengan sikapnya dan terlalu amat pantas barang kelakuannya.
Syahadan kepada zaman itu seorang pun tiada tandingnya dengan Inderaputera itu lagi dengan arif bijaksananya dan terlalu perkasa serta dengan saktinya. Syahadan beberapa yang tiada dapat dikerjakan oleh orang banyak dapat dikerjakannya. Bermula ialah yang disuruhkan oleh RajaSyahian kepada] Berma sakti dengan dewa Lela Mengerna dan ialah yang (diterbangkan) oleh jin Tamarbuga, dan ialah yang bertemu dengan bukit emas dan bukit permata, dan ialah yang bertemu dengan tasik Bahrul Ajaib, dan ialah yang bertemu dengan tasik BaharuI Asyik, dan ialah yang menjalani jalan yang tiada dijalani orang; demikianlah gagah perkasa Inderaputera, dan ialah yang berjalan dalam gua sebulan lamanya, dan ialah yang membunuh gergasi yang bernama Mamdu; maka beberapa hikmat' Raja. Talela Syah hendak membunuh gergasi itu tiada juga dapat membunuh dia, maka dengan mudahnya juga dibunuhi oleh Inderaputera.
"Open link in new tab to download"
VIEW AND DOWNLOAD
SYNOPSIS
Matahari merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang-benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tidak mengganggu orang-orang yang berkumpul di stasiun. Buat mereka, kedatangan kereta adalah rezeki; sesuatu yang harus disambut dengan penuh sukacita.
Pedagang asongan yang mengais rezeki dari setiap gerbong dan harus turun-naik di stasiun, yang sudah berjaga-jaga sejak peluit kereta dibunyikan, mulai menggeliat-geliat bagai ular terjaga dari tidurnya. Ada gula ada semut. Sebagian pedagang asongan yang datang dari stasiun sebelumnya dengan tubuh berkeringat turun dari gerbong dan diganti dengan yang baru. Orang-orang kecil itu tak pernah rakus dalam memburu rezeki. Mereka saling berbagi; memberi kesempatan yang sama untuk sesuap nasi. Begitu terus silih berganti di setiap stasiun. Mereka meneriakkan jenis dagangan dan mimpi serta harapan-harapan yang sama. Hidup bagi mereka memang nyata. Apa yang mereka dapatkan hari ini, keuntungan dari dagangannya, itulah hidup.
DOWNLOAD
File in 4shared
AUTHOR
![]()
A.A. Navis
Ali Akbar Navis atau yang lebih dikenal publik dengan sebutan A.A. Navis lahir di Padang Panjang pada tanggal 17 November 1924.
Navis belajar di INS Kayutanam dari tahun 1932 sampai 1943. Sejak tahun 1968 kembali mengabdi untuk lembaga pendidikan yang didirikan oleh Muhammad Syafei itu. Lebih dari 20 buku sudah dihasilkan olehnya. Mulai dari kumpulan cerpen, puisi, novel, kumpulan esai, hingga penulisan biografi dan otobiografi. Pada tahun 1956, ia menulis kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami yang merupakan karya monumental dalam dunia sastra Indonesia. Tiga bukunya yang diterbitkan Gramedia adalah kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami, Bertanya Kerbau pada Pedati dan Novel Saraswati.
DOWNLOAD
DOWNLOADSYNOPSISSepasang orangtua yang rambutnya telah memutih memandang dari ruang tamu ke jalan raya yang ramai oleh orang orang berbaju indah-indah dan baru. Berjalan kaki, berbendi atau bermobil sebagaimana tradisi setiap lebaran Idul Fitri. Keduanya memandang sambil bergoyang pelan di kursi goyang yang dipisahkan oleh meja kecil bardaun marmar Itali.
Rumah kedua orang tua itu bangunan kayu model lama yang berkolong tinggi. Bercat oker yang telah pudar warnanya. Kelihatan ganjil di antara sederetan bangunan bergaya terkini. Mungkin karena sudah terlalu biasa dalam pandangan penduduk kota kecil itu, tak terasa lagi ada keganjilan pada rumah itu. Setiap orang tahu siapa penghuninya. Yaitu Inyik Datuk Bijo Rajo dan Encik Jurai Ameh. Lazimnya orang menyebutnya Inyik dan Encik saja. Inyik dulunya seorang pejuang dan pernah menjadi gubernur. Menurut istilah lama yang kini terpakai lagi, mereka "dikaruniai" enam orang anak. Semua telah jadi orang terpandang di rantau. Pada hari tua yang sudah lama terpakai mereka tinggal dengan sepasang pembantu yang telah puluhan tahun bersamanya.
Pembantu yang laki-laki ialah paman Si Dali. Encik berkulit gelap dan bertubuh gemuk. Hampir tidak dapat bergerak seleluasa maunya. Dan Inyik berkulit cerah, tapi tubuhnya ceking. Keduanya sama mengenakan baju yang terindah, meski modelnya sudah kuno. Sambil bergoyang di kursinya sejak tadi Encik bicara sendiri tak henti- hentinya. Mengatakan apa yang lewat di kepalanya. Sedangkan Inyik berbuat yang sama. Dalam hatinya pula.
Caution : Open Link in new tab to download
SYNOPSIS
DOWNLOAD
Caution : Open Link in new tab to downloads
Kisah ini diawali dengan menceritakan latar belakang kehidupan keluarga seorang gadis yang mengalami kecacatan sejak lahir. Karena musibah yang menimpa keluarganya menyebabkan ia menjadi hidup sebatang kara. Seluruh keluarganya tewas akibat kecelakaan lalulintas. Mobil yang ditumpangi keluarganya masuk jurang karena dihadang pemberontak. Sementara ia (si gadis) pada waktu itu tidak ikut karena ia sakit bersama pembantunya. Kabar kematian keluarganya baru diketahui beberapa hari kemudian, itu pun dari pamannya, setelah pamannya menerangkan dengan susah payah karena si gadis sulit mengerti karena ia bisu tuli.Semenjak anggota keluarga yang dicintainya telah tiada, ia mengalami kesedihan yang tiada tara, ia selalu terkenang akan saat-saat keluarganya masih ada. Sungguh adanya keanehan perasaan yang dialami ketika merenungi semua yang pernah ia alami beserta saudara-saudaranya. Tampak jelas kasih sayangnya kepada si gadis. Sayang, mereka telah tiada.Ia masih ingat hanya satu hal yang tidak diberikan ayahnya. Ia tidak disekolahkan ayahnya seperti saudara-saudaranya karena waktu itu belum ada sekolah untuk orang bisu tuli. Sebelum kejadian yang menimpa keluarganya, si gadis termasuk keluarga yang cukup berada pada waktu itu. Ayahnya bekerja di pemerintahan dengan kedudukan tinggi dengan selalu membawa mobil dinas dengan penghasilan yang memadai.Dengan terjadinya musibah bisu dan tulinya itu, ia harus rela mengikuti keputusan keluarga yang lain. Ia harus kembali ke Padang Panjang meninggalkan kota Jakarta yang telah memberi tempat cinta kasih sayang keluarganya.Ia dijemput oleh pamannya yang bernama paman Angah. Di atas kapal yang menuju ke Padang Panjang, ia mendapatkan pengalaman yang menyakitkan. Di geladak kapal rupanya ada pula penumpang bisu yang menjadi bahan cemoohan penumpang lain. Karena melihat tingkah dan gerak-geriknya yang menjadi bahan tertawaan. Bahkan orang bisu itu melecehkan si gadis. Ia menangis karena nasibnya telah dimalangkan oleh lingkungannya. Pengalaman di kapal telah membangkitkan keinginan untuk menjadi orang bisu tuli yang hebat.Tibalah di rumah Angah. Keluarga Angah terdiri dari empat orang yaitu istrinya, Busro serta adiknya Bisri. Mereka menyambut kedatangan si gadis dengan ramah begitu juga tetangganya.Mulailah ia menyesuaikan diri dengan keluarga Angah. Mula-mula untuk mengisi waktu dengan cara ikut menggembalakan itik. Namun cobaan pertama datang dari anak kecil yang suka mengganggu bila bertemu menggembalakan itik. Mereka kadang-kadang melempari si gadis bahkan sampai berdarah. Namun karena kesulitan untuk melaporkan, kejadian yang sebenarnya ia pendam sendiri. Suatu ketika ia diganggu kembali oleh anak-anak sampai kepalanya berdarah dan jatuh pingsan, ingat-ingat ia sudah ada di rumah serta banyak orang menungguinya.Setelah kejadian yang menimpanya, anak-anak yang biasa mengganggu menjadi tidak mengganggu lagi. Namun tugas si gadis bertambah berat. Ia harus menggembalakan kambing karena Busro membeli beberapa ekor kambing. Hari demi hari dilalui dengan kegiatan itu-itu juga tanpa perkembangan yang berarti. Namun suatu hari si gadis harus menerima kembali ujian berikutnya. Ia harus menempati kamar belakang yang tidak layak untuk dihuni.Pada suatu malam timbullah perasaan duka melanda sanubarinya, yang menyebabkan timbulnya kekesalan, merasa diperlakukan tidak adil oleh keluarga Angah. Ia memprotes ketidakadilan dengan menggedor pintu serta berteriak. Apa hendak dikata, sekalipun Busro menjelaskan segala sesuatunya, sulit untuk saling mengerti karena keadaan bisu tersebut. Tidak ada alat yang dapat memudahkan saling mengerti.Keesokan harinya, ia berontak dengan cara membiarkan itik-itiknya yang harus diberi makan.Tak peduli kambing-kambingnya kelaparan. Ia lari sejauh-jauhnya karena merasa dirinya diperlakukan tidak adil. Namun kejadian itu diketahui oleh Busro yang tidak tega melihat penderitaan si gadis dengan cara memberikan pengertian yang dalam bahwa ia sekeluarga sangat sayang. Namun dia tidak tahu apa yang harus diberikan padanya sebagai pengisi waktunya.Terjadilah perubahan setelah ia berontak. Ia tidak disuruh lagi menggembalakan ternaknya, namun diikutsertakan belajar menjahit, menyulam, dan merenda pada Umi Ros. Meskipun mengalami berbagai kesulitan, berkat kesabaran dan ketekunan, ia berhasil. Mula-mula ia membuat sapu tangan untuk Busro dan Bisri meskipun ketika membuatnya ada tumbuhnya perasaan kepada Busro karena begitu perhatian dan kasih sayangnya.
DOWNLOAD
Caution : Open Link in new tab to downloads
SYNOPSIS
PREVIEW
DOWNLOAD
Tidak mudah bagi seorang lelaki untuk mendapatkan kembali tempatnya di masyarakat setelah 12 tahun tinggal dalam pengasingan di Pulau B. Apalagi hati masyarakat memang pernah dilukai. Karman, lelaki itu, juga telah kehilangan orang-orang yang dulu selalu hadir dalam jiwanya. Istrinya telah menikah dengan lelaki lain, anaknya ada yang meninggal, dan yang tersisa tak lagi begitu mengenalnya. Karman memikul dosa sejarah yang amat bera dan dia hampir tak sanggup menanggungnnya. Namun di tengah kehidupan yang hampir tertutup baginya, Karman masih bisa menemukan seberkas sinar kasih sayang. Dia dipercayai oleh Pak Haji, orang terkemuka di desanya yang pernah dikhianatinya karena dia sendiri berpaling dari Tuhan, untuk membangun kubah mesjid di desa itu. Karman merasakan menemukan dirinya kembali, menemukan martabat hidupnya.
PREVIEW
DOWNLOAD
Mengalah bukan berarti kalah. Begitu filosofi yang banyak dipegang teguh orang-orang Jawa. Mengalah bukan berarti lari meninggalkan gelanggang pertarungan seperti seorang pengecut. Mengalah bagi orang Jawa, lebih menyelesaikan konflik yang terjadi. Orang Jawa memang cenderung memelihara sebuah harmoni dalam kehidupannya. Harmoni harus tetap dijaga keutuhannya.
Kalau ada sebuah konflik, maka mengalah tanpa harus merasa kalah menjadi jalan keluarnya. Dalam bahasa Jawanya, wani ngalah luhur wekasane—berani mengalah, menjadikan kita luhur pada akhirnya. Dengan begitu, orang yang melakukan hal ini akan diakui memiliki eksistensi yang baik.
Hal ini pula yang dilakukan Pambudi dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak. Pambudi yang jujur ini memang tidak pernah menyukai kelakuan Pak Dirga, Kepala Desa Tanggir. Sejak mencalonkan diri sebagai kepala desa, Pak Dirga memang sudah terkenal kebusukannya. Maka tak heran kalau koperasi desa menjadi tambang uang bagi Pak Dirga. Proyek pembangunan desa bisa disulap dengan mudahnya agar uangnya bisa masuk ke dalam kantong pribadi aparat busuk ini. Pak Dirga juga tak mau mengeluarkan uang koperasi bila ada anggota yang membutuhkan, juga
ketika Mbok Ralem ingin meminjamnya, dengan sejuta alasan yang telah dipersiapkan.
Pambudi merasa ia harus menolong Mbok Ralem. Maka dibawalah ibu tua ini ke Yogyakarta untuk berobat. Biaya berobat yang sangat besar bisa diakali Pambudi dengan memasang iklan di Harian Kalawarta. Kelak Pambudi akan bekerja di surat kabar ini setelah terusir dari Desa Tanggir.
DOWNLOAD & PREVIEW
Caution : Open Link in new tab to download
SYNOPSIS
Dari balik tirai hujan sore hari pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti perawan mandi basah; segar, penuh gairah, dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan meliuk-liuk oleh embusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang tenang dan penuh pesona. Ketika angin tiba-tiba bertiup lebih kencang pelepah pelepah itu serempak terjulur sejajar satu arah, seperti tangan-tangan penari yang mengikuti irama hujan, seperti gadis-gadis tanggung berbanjar dan bergurau di bawah curah pancuran.Pohon-pohon kelapa itu tumbuh di tanah lereng di antara pepohonan lain yang rapat dan rimbun. Kemiringan lereng membuat pemandangan seberang lembah itu seperti lukisan alam gaya klasik Bali yang terpapar di dinding langit. Selain pohon kelapa yang memberi kesan lembut, batang sengon yang lurus dan langsing menjadi garis-garis tegak berwarna putih dan kuat.
DOWNLOAD & PREVIEW
Caution : Open Link in new tab to download
SYNOPSIS
Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah trilogi novel yang terdiri dari 3 buah novel Surat Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala yang dibuat oleh Ahmad Tohari. Novel ini bercerita tentang perjalan hidup tokoh Srintil yang terpilih menjadi seorang penari ronggeng di kampungnya dan bagaimana keadaan itu mengubah jalan hidupnya dan juga kekasihnya. Dalam buku surat buat emak di tulis perjalanan hidup tokoh Rasus yang mencari gambaran emaknya dalam diri srintil. Rasus menjadi agak kecewa saat mengetahui Srintil yang baru berusia 11 tahun harus menjadi seorang ronggeng. Karena apabila Srintil menjadi ronggeng maka Rasus akan tak bisa lagi bermain dengan Srintil.
Selain itu sudah beberapa puluh tahun Dukuh Paruk tidak memiliki ronggeng akibat racun tempe bongkrek. Tapi pada kenyataannya pada malam Bukak Klambu Srintil menyerahkan keperwanannya pada Rasus. Dan setelah kejadian itu rasus pergi menghilang dari dukuh paruk. Kemudian rasus menjadi pembantu seorang tentara karena keamanan di desa Dukuh paruk terjadi banyak perampokan.pada saat perampokan di rumah nyai kertareja Rasus berhasil menyelamatkan Srintil. Dan pada akhir buku Surat Buat Emak ini diceritakan bahwa Rasus pergi meninggalkan Srintil dan Dukuh paruk
DOWNLOAD & PREVIEW
Caution : Open Link in new tab to download
















