• q
  • z
  • 2
  • 1





SYNOPSIS

"Aku sudah menyiapkan cincin untukmu sembilan belas tahun yang lalu," gumam Tristan sambil menahan emosinya. "Setiap tahun selama empat tahun berturut-turut aku membawa cincin itu ke Zermatt. Ketika kamu tidak muncul juga, kutukar cincin itu dengan cincin kawin istriku. Tapi bahkan ketika sedang memakaikan cincin itu di jarinya, aku masih membayangkan dirimu."

Dua puluh tahun yang lalu, Valerina dan Tristan mengikrarkan janji untuk bertemu kembali setahun kemudian di Zermatt.

Tetapi ketika kembali ke Jakarta, Valerina tidak dapat menepati janjinya. Dia malah menikah dengan Aryanto dan dikaruniai dua orang anak.

Dua puluh tahun kemudian, ketika suaminya mengkhianatinya, Valerina kembali ke Zermatt untuk menyembuhkan sakit hatinya. Di sana dia bertemu kembali dengan Tristan, yang berhasil mengembalikan kepercayaan dirinya. Dan mereka melanjutkan tembang mereka yang tertunda.

Sayangnya, ketika kebahagiaan sudah mengintai di depan mata, sebuah bencana yang mengerikan menanti Valerina di Jakarta.

DOWNLOAD
Caution : Open Link in new tab to download
Info : This Djvu File, Use WinDjView to open this E-Book


SYNOPSIS
Jika aku mencium kakimu memohon ampun, masih adakah harapan untuk membatalkan perceraian kita ?
Aries sangat mencintai istrinya. Dengan cinta sepanjang Sungai Amazon. Selama Sungai Amazon masih mengalir, itu sumpahnya di depan Vania.
Cintaku kepadamu takkan pernah kering. Tetapi ketika Vania ingkar janji dan menyakiti hati suaminya untuk kedua kalinya, masih adakah maaf baginya? Karena harga pengkhianatannya kali ini adalah harga sebuah nyawa!
 DOWNLOAD
Caution : open link in new tab to download
SYNOPSIS
Bermula dari sebuah judul di harian Ibukota yang mengusik naluri kewartawanannya, Novianti menelurusi kisah ini dari awalnya, ketika Dr. Yanuar Prasetyo masih mengemudikan bahtera kehidupannya yang tenang tapi menjemukan bersama istrinya yang setia dan tidak pernah menuntut apa-apa. Begitu percayanya Rani pada suaminya sehingga Yanuar tidak pernah merasakan bagaimana rasanya dicemburui istri.

Sebaliknya, demikian setianya Yanuar sampai-sampai dia merasa tersisih ketika semua temannya membicarakan penyelewengan mereka sementara dia tidak punya pengalaman apa-apa. Sampai suatu hari "Perempuan Kedua" itu muncul di kamar prakteknya. Cantik. Anggun. Matang. Tak bercela. Kecuali... dia simpanan seseorang yang mampu melakukan apa saja, termasuk menjungkirbalikkan seisi bahtera kehidupan Yanuar... Dan teror pun datang melanda... perceraiaa... penculikan... pembunuhan...

DOWNLOAD 
Info : This Djvu File, Use WinDjView to open this E-Book
SYNOPSIS
Hari pernikahan Zahrana semakin dekat. Zahrana telah memilih gaun pengantinnya. Gaun pengantin Muslimah hijau muda yang sangat anggun. la memang suka warna hijau muda. Gaun pengantin itu ia beli dari butik Muslimah terkemuka di Solo.

Sore itu, ia mencoba gaun itu di kamarnya. Sambil memandang wajahnya ke cermin ia berkata,

"Akhirnya aku akan jadi pengantin juga. Aku akan punya suami. Aku akan hidup membina rumah tangga layaknya yang lain."

Hatinya berbunga-bunga. la bahagia. Jika boleh meminta ia masih ingin meminta akad nikah dan walimatul ursy-nya. dipercepat lagi saja. Ia ingin segera mengatakan pada dunia bahwa ia juga berhak hidup wajar seperti yang lainnya. Hidup berkeluarga. Memiliki suami yang baik dan setia. Dan kelak memiliki anakanak yang menjadi penyejuk jiwa.

Tiba-tiba hp-nya. berdering. Satu SMS masuk,
"Apa kabar perawan tua? Jika kau telah beli gaun pengantin. Sebaiknya kau kembalikan saja. Kau tak akan memakainya di hari pernikahan yang telah kautentukan. Kau masih akan lama menyandang statusmu sebagai perawan tua. Bukankah jadi perawan tua itu indah. Tiap saat dilamar banyak orang dan bisa dengan semenamena menolaknya. Kenapa kau tidak menikmatinya saja? Kenapa tergesa-gesa? Demi kebaikanmu sendiri, sebaiknya kaukembalikan saja gaun pengantinmu itu. Jadilah perawan tua selamanya."

Ia kaget. SMS berisi kata-kata teror itu muncul lagi. Entah kenapa, kali ini ia tidak setenang dulu menghadapai SMS teror itu. Kali ini ia sangat marah. Rasanya ia ingin membunuh orang yang mengirim SMS kurang ajar itu. Dengan sangat geram ia membalas,
"Semoga laknat Allah mengenaimu hai iblis tua! Semoga kau menemui ajalmu dalam keadaan hina di mata manusia!"
DOWNLOAD
Caution : Open Link in new tab to download
Picture Gola Gong

SYNOPSIS
Aku usap kaca jendela bus beberapa kali, membentuk bulatan-bulatan kecil. Terasa dingin di telapak tanganku. Lalu aku hapus semuanya. Embun yang menempel di kaca jendela pun hilang sudah. Bayangan yang seolah-olah menghalangiku terhadap dunia luar sudah tak ada lagi. Pagi baru saja menjelang. Langit timur yang aku tinggalkan semalam kini dipulas kemerahan. Tampaknya matahari mencoba menggeliat; membebaskan cahayanya supaya bisa menyentuh sahabatnya, pucuk-pucuk padi yang sedang kesepian menguning.

Bus keluar di mulut tol Ciujung, kira-kira 20 km sebelum kota Serang. Jalan tol Cikampek-Merak memang terputus di sini. Sisanya sedang dalam pengerjaan. Jika jalan tol ini sudah rampung, tentu segalanya akan jadi lancar. Tapi kata versi yang lain, malah kota-kota di eks Karesidenan Banten ini akan semakin ketinggalan, karena tak akan satu pun kendaraan yang singgah. Seperti kata sebuah anekdot, kalau sudah ngebut di jalan tol suka lupa berhenti. Berarti, semua kendaraan cuma akan melaju kencang melintasi eks Karesidenan Banten dan "wusssss!" anginnya saja yang membekas.

Bus terus meluncur menyibak genangan air, sisa dari hujan semalam. percikannya berhamburan dilindasi roda-roda dan menimbulkan bunyi desisan yang merdu. Beberapa orang sudah ada yang mulai menggeliat dan sibuk memberesi barang-barangnya. Tapi Nana, yang mengajakku liburan ke kampung halamannya, masih asyik bermimpi. 

Aku sendiri tidak bisa menikmati perjalanan bus malam ini. Terguncang-guncang sepanjang Yogya-Magelang-Semarang, dibanting ke kiri-ke kanan di Alas Roban, terkatung-katung membosankan di jalur lurus Cirebon-Cikampek, dan melaju dalam kecepatan tinggi dijalan tol Cikampek-Merak, bukanlah sesuatu yang menyenangkan buatku untuk teman tidur. Aku betul-betul iri melihat Nana tertidur yenyak. Wajah yang cantik itu tampak begitu damai. Tak terganggu oleh goncangan bus. Jiwa dan raganya memang sudah menyatu dengan alam. Dan selalu pasrah pada kehendak Tuhan. 

Padahal aku mengenal Nana belum begitu lama. Dia adalah sahabat baruku. Dua tahun yang lalu, waktu itu sedang Pekan Orientasi Mahasiswa, aku melihat Nana sebagai calon mahasiswi yang keras kepala, Itu mungkin ungkapan yang tepat baginya selain sebutan pemberani.

DOWNLOAD

SYNOPSIS
 Menggenggam Dunia Bukuku Hatiku. Buku adalah pintu menuju hal-hal baru, yang akan membelit tubuh dan jiwa begitu kita memasukinya. Buku juga jendela, dimana dari keempat sisinya, kita bisa menjelajah ke negri impian, menjadikan kita berfikir cerdas, kritis, dan membangun rasa percaya diri.

Menggenggam Dunia, Bukuku Hatiku oleh Gola Gong. Buku adalah pintu menuju hal-hal baru, yang akan membelit tubuh dan jiwa begitu kita memasukinya. Buku juga jendela, dimana dari keempat sisinya, kita bisa menjelajah ke negri impian, menjadikan kita berfikir cerdas, kritis, dan membangun rasa percaya diri.
DOWNLOAD
Info : This Digital Ebook in extension Exe File
No Viruses and Spyware; *Thanks You*

Join with us