Saat sayap kami mulailah patah tersapu api yang membara dan kami meratap langit nan biru yang terbuai oleh tiupan sang angin. Bola mata kami seolah memerah dan tidak mampu lagi melihat indahnya buayan sinar.
Tuhan ……….. kenapa kami terperangkap dari semua itu
tuntunlah kami ke jalan lurusmu, Jadikanlah kami manusia-manusia yang sangat mengenalmu ketika kami sangat terlalai.
Kami sadar, kami tak pernah menyebut nama-Mu
Ketika kami senang ataupun bahagia
Kami juga sadar, kami menyebut nama-Mu ketika kami sedang mendapatkan kesusahan maupun kesedihan
Tuhan,……….. sadarkanlah kami, bukakanlah mata hati kami, Semoga tidak terkurung dari kegelapan yang menyesatkan jalan kami
Tuhan…… jadikanlah kami manusia yang benar-benar muslim
Kami…kami ….selalu mencoba untuk seperti Rasullulah SAW, tapi kami tak pernah berhasil, seribu ku coba tapi kenapa kami selalu memilih jalan yang salah dan tidak tersadarkan diri kami, ketika syetan-syetan merangkul akal sehat kami.
Tuhan jadikanlah kami manusia yang kuat iman dan tidak menganal lelah dan kesedihan untuk menantang dunia ini
Author : Odang Rodiana
Roman cinta ternyata bukan hanya dimiliki sepasang kekasih fiksi antara Om Garong dan Ajeng dalam Roman cinta ECR,namun juga ada seorang lelaki baya yang tak pernah tercatat dalam Diary kisah Fiksi Desa rangkat . ternyatalelaki tua menyimpan misteri cinta yang begitu dalam. "Einstein berfirman E=MC² : Semaikn lama ia memendam cinta, semakin kuat pula rasa cinta tersebut".
Jika kalian mampir ke Desa Rangkat lihatlah jauh disudut Desa, melewati ratusan hektar pematang sawah, di kaki Gunung Naras. Ada sebuah danau yang begitu indah, airnya yang jernih, terlihat riak ikan air tawar yang berebut mencari makan. Lelaki tua itu tinggal dalam sebuah rumah tua yang beratapkan ilalang, dindingnya terbuat dari kayu rasamala dan lantainya beralaskan tanah. Aku juga tidak tahu usia lelaki tua itu tetapi yang pasti sorot matanya menyimpan sebuah misteri yang sudah lama terpendam dalam usianya yang sudah senja.
Aku hanya bertemu dengannya dua kali pertama ketika ku turun dari puncak Gunung Naras. Ketika itu aku lihat ia duduk termenung melihat merahnya matahari sore, dengan tatapan mata yang kosong serta jiwanya yang pergi jauh ke masa lalu. Seulas senyum sepertinya sudah cukup ia berikan kepada orang asing sepertiku yang berlalu begitu saja.
Kedua kalinya aku bertemu denganya hari. Hari ini dia masih tersenyum, sedikit berbeda senyumnya hari ini. begitu tulus, begitu polos, begitu indah seakan misteri hidupnya sudah terjawab. Dengan wajah pucat pasi dan
Roman cinta ternyata bukan hanya dimiliki sepasang kekasih fiksi antara Om Garong dan Ajeng dalam Roman cinta ECR,namun juga ada seorang lelaki baya yang tak pernah tercatat dalam Diary kisah Fiksi Desa rangkat . ternyatalelaki tua menyimpan misteri cinta yang begitu dalam. "Einstein berfirman E=MC² : Semaikn lama ia memendam cinta, semakin kuat pula rasa cinta tersebut".
***
Jika kalian mampir ke Desa Rangkat lihatlah jauh disudut Desa, melewati ratusan hektar pematang sawah, di kaki Gunung Naras. Ada sebuah danau yang begitu indah, airnya yang jernih, terlihat riak ikan air tawar yang berebut mencari makan. Lelaki tua itu tinggal dalam sebuah rumah tua yang beratapkan ilalang, dindingnya terbuat dari kayu rasamala dan lantainya beralaskan tanah. Aku juga tidak tahu usia lelaki tua itu tetapi yang pasti sorot matanya menyimpan sebuah misteri yang sudah lama terpendam dalam usianya yang sudah senja.
***
Aku hanya bertemu dengannya dua kali pertama ketika ku turun dari puncak Gunung Naras. Ketika itu aku lihat ia duduk termenung melihat merahnya matahari sore, dengan tatapan mata yang kosong serta jiwanya yang pergi jauh ke masa lalu. Seulas senyum sepertinya sudah cukup ia berikan kepada orang asing sepertiku yang berlalu begitu saja.
Kedua kalinya aku bertemu denganya hari. Hari ini dia masih tersenyum, sedikit berbeda senyumnya hari ini. begitu tulus, begitu polos, begitu indah seakan misteri hidupnya sudah terjawab. Dengan wajah pucat pasi dan
Byurrrr... siraman air mengguyur tubuh si misterius tersebut "bangun kamu orang asing" bentak salah seorang pria. Dengan kepala pening dan memar, si misterius tersebut mencoba membuka matanya.
"Dimana aku?" sambil neulek-neulek (bhsa indonesianya apa ya?) wajah orang-orang yang mengelilinginya.
"Kamu berada di Bale desa Rangkat" jawab salah seorang hansip yang wajahnya seperti tidak asing lagi bagi simisterius.
"kau sepertinya orang yang memukul aku tadi malam ketika disurau?" tanya si misterius sambil menahan sakit di kepalanya.
"iya.. tadi malam ada laporan dari warga bahwa ada orang asing yang mencurigakan masuk ke wilayah desa Kami" jawab hansip Dorma sambil membenarkan Lencana yang baru diterimanya kemarin, atas prestasi penangkapan maling ayam di desa Rangkat.
"Dimana aku?" sambil neulek-neulek (bhsa indonesianya apa ya?) wajah orang-orang yang mengelilinginya.
"Kamu berada di Bale desa Rangkat" jawab salah seorang hansip yang wajahnya seperti tidak asing lagi bagi simisterius.
"kau sepertinya orang yang memukul aku tadi malam ketika disurau?" tanya si misterius sambil menahan sakit di kepalanya.
"iya.. tadi malam ada laporan dari warga bahwa ada orang asing yang mencurigakan masuk ke wilayah desa Kami" jawab hansip Dorma sambil membenarkan Lencana yang baru diterimanya kemarin, atas prestasi penangkapan maling ayam di desa Rangkat.






