"Kiroro mirae Video"
Lagu yang begitu dalm banget maknanya, mengisahkan tentang kasih sayang seorang ibu dan seorang anak yang menyia-nyiakan kasih sayang tersebut, semoga lagu ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa ibu adalah sosok kasih cinta dalam keluarga, Thank's
Mirai e (Towards The Future)
Hora ashimoto wo mite goran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mite goran
Kore ga anata no ayumu michi
Hora mae wo mite goran
Are ga anata no mirai
Haha ga kureta takusan no yasashisa
Disini walau dinihari tapi rasanya
panas sekali, bayangkan seluruh badan-ku sekarang ini keringatan
sampai-sampai aku membuka seluruh pakaianku, berharap malaikat dari
surga sana melihat badan-ku yang kurus ini dan sudah 3 hari aku belum
makan nasi. Sudah 3 hari ini aku hanya mengkonsumsi 1 bungkus mi instan
untuk satu hari. Seperti itulah kawan nasibku sekarang ini, terkadang
aku juga sama sekali tidak makan. Apakah kalian kasihan kepadaku?,
jangan.. kalian jangan kasihan kepadaku, karena sebenarnya ini salah-ku
sendiri, karena aku lebih memilih hidup seperti ini, hidup menjadi
seorang pengembara sudah menjadi pilihan hidupku. Aku hidup layaknya
orang Nomaden selalu berpindah-pindah tempat, dari satu desa ke desa
lain dari satu gunung ke gunung lainnya tapi sekarang aku merasa lebih
berarti walau hanya bagi diriku sendiri dan terus mencoba agar lebih
berarti bagi orang lain.
***
Aku
bukanlah penganut paham anti kemapanan atau pun sejenisnya, tapi aku
adalah seseorang yang ingin melihat dunia lebih dekat merabanya
menciumnya dan bahkan merasakan saripati-nya. Empat tahun yang lalu aku
sama seperti kalian, seorang anak lelaki yang mendambakan karier,
materi, sex, serta kesenangan dunia lainnya, tapi apa yang aku dapatkan
dengan semua itu?
dengan kehidupan normal seperti itu ternyata banyak hal berharga yang telah aku lewatkan begitu saja. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri kawan, kesenangan dunia itu, obsesi telah membuat hatiku buta kawan.
dengan kehidupan normal seperti itu ternyata banyak hal berharga yang telah aku lewatkan begitu saja. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri kawan, kesenangan dunia itu, obsesi telah membuat hatiku buta kawan.
***
Kenapa
kita harus takut akan masa depan? kenapa kita takut akan miskin? kenapa
kita takut akan kegagalan? bukankah hidup ini sementara kawan.. lalu
apakah kita hanya akan terpaku dalam egoisme dunia saja. Apakah kalian
tahu di luar sini kehidupan begitu bermakna, begitu bebas begitu indah.
Aku bisa menebak keseharian kalian, Pagi-pagi kalian bangun lalu
berangkat sekolah/kuliah/kerja lalu pulang dengan membawa beban pikiran
baik itu tugas sekolah/kuliah atau pekerjaan dan kalian memikirkan beban
tersebut sampai menjelang tidur malam kalian dan itu akan berulang
sampai beberapa tahun kemudian. Lalu beberapa tahun kemudian kalian
menikah mencari kerja/uang dan beban tersebut masih kalian bawa sampai
kalian membusuk di liang lahat.
Lalu
mungkin kalian berpikir apa yang telah kalian lakukan/kerjakan itu
salah? aku menjawab tidak, tapi kalian melewati begitu banyak sesuatu
yang berharga dalam hidup kalian. kalian bak ubahnya robot-robot yang
telah di set otomatis atau bisa juga kalian diumpamakan hewan-hewan
peliharaan yang melewati hari-hari begitu saja dan hanya menunggu sang
penggembala menyembelih kalian saja. Egoisme nafsu dan selalu merasa
kurang dalam urusan dunia itulah beban yang aku maksudkan di atas.
Aku
bukanlah mengajak kalian mengikuti jejaku, tapi yang aku maksudkan
warnailah hidup kalian, lihatlah sekeliling kalian. Coba sesekali mampir
lah ke rumah tetangga kalian berbagilah bersama mereka. Lalu hiduplah
bagai air yang mengalir jangan sampai ego mengalahkan hati dan pikiran
kalian. Sesekali ajaklah istri/kawan/keluarga kalian pergi ke Desa,
lihatlah ketika petani memanen padi mereka, lihatlah peluh yang dia
keluarkan, lihatlah jarinya hampir putus ketika memanen padi, lihatlah
senyum tulus mereka yang walau hanya mendapatkan upah 20% dari hasil
keringat dan darahnya selama 4 bulan bekerja di sawah. Lihatlah nenek
tua itu ia hidup sendiri tak bersuami dan tak bersanak saudara, ia
mengumpulkan jerami-jerami padinya sendiri, napas-nya tersengal diantara
lelah dan teriknya sinar mentari tapi dia masih akan selalu tersenyum
dan berbagi bersama kalian ketika kalian bertamu ke rumah-nya yang
reyot.
***
Sekarang
aku singgah di kabupaten Kerawang, sudah setahun ini aku berada
di-sini. aku tinggal dari desa ke desa lainnya. Banyak yang bisa kulihat
di-sini ada tengkulak-tengkulak padi yang menjerat petani dengan
permainan harganya, ada orang-orang kaya yang membeli lahan-lahan
persawahan dengan harga tinggi diantara kemiskinan yang menjepit para
petani tersebut, tak ketinggalan juga para pemodal yang mendirikan
lumbung-lumbung industri bagi kepentingannya sendiri. Maka jangan heran
jika kalian melihat mampir ke kota ini 1001 kesemrawutan terlihat jelas
di-sini.
Tengkulak,
tuan tanah, korban kekerasan TKW, Pemulung, Lintah darat, dan banyak
lagi yang lainnya di-sini. mungkin barangkali kalian berminat bertamu ke
rumah mereka, melihat lebih dekat kehidupan negeri kalian ini. Aku
hanya bisa berbagi cerita saja semoga hidup kalian lebih berwarna dan
bermakna.
Sekarang sudah jam enam pagi dan sepertinya aku harus kembali melanjutkan pengembaraanku.
About author
About author
Name Odang Rodiana
Job Freelancer
Job Freelancer
Tuhan, aku samasekali ga menyesali tubuh ringkih ini.
tubuh yang sakit-sakitan ini.
tubuh yang pernah terjangkit tinitus, sakit luar biasa di saat datang bulan, lambung yang lemah, jantung yang lemah juga. mental yang cengeng dan mudah tersinggung ini. melankolia yang tertanam di dada ini.
aku sudah terbiasa dengan rasa sakit.
aku sudah terbiasa menahan sakit.
tapi tolong Tuhan,
aku gak mau jadi anak yang selalu merepotkan orang tuanya.
orang tuaku bukan orang kaya!
mereka cuman orang pas-pasan dengan cinta yang luar biasa.
mereka mau jual apa saja, meminjam apa saja untuk kesehatanku.
tapi tolong, Tuhan,
aku tidak mau merepotkan mereka.
aku tau mereka tidak menuntut balas
tapi cinta mereka yang begitu besar mustahil untuk tidak ku balas
tolonglah Tuhan, bantu aku dengan rasa sakit ini
paling tidak buat aku cukup kuat untuk tidak mengeluh pada mereka.
aku sangat mencintai mereka Tuhan.
ya! aku terima aku tidak akan pernah bisa naik gunung2 yang tinggi seperti impianku.
ya! aku terima bahwa kemana-mana harus menyiapkan obat.
tapi buat aku cukup kaya untuk penyakit itu Tuhan.
aku tidak mau lagi merepotkan ayahku yang sudah tidak punya gaji itu.
mereka adalah orang tua yang demikian tulus
yang selalu membanggakan aku
padahal aku ini pengecut besar-besaran
tukang nangis kelas handal
peragu
tidak sedikitpun mereka pernah menyinggung kekurangan2ku
malah mereka membesar-besarkan prestasiku yang tidak seberapa
jadi buat aku cukup tegar untuk semua ini Tuhan
jikapun aku harus meninggalkan Jakarta, mengubur semua mimpi untuk berbakti kepada mereka,
kuatkan hatiku.
kuatkan
kuatkan
kuat
ku
About Author
Name Halimah
Job Author,Writer
tubuh yang sakit-sakitan ini.
tubuh yang pernah terjangkit tinitus, sakit luar biasa di saat datang bulan, lambung yang lemah, jantung yang lemah juga. mental yang cengeng dan mudah tersinggung ini. melankolia yang tertanam di dada ini.
aku sudah terbiasa dengan rasa sakit.
aku sudah terbiasa menahan sakit.
tapi tolong Tuhan,
aku gak mau jadi anak yang selalu merepotkan orang tuanya.
orang tuaku bukan orang kaya!
mereka cuman orang pas-pasan dengan cinta yang luar biasa.
mereka mau jual apa saja, meminjam apa saja untuk kesehatanku.
tapi tolong, Tuhan,
aku tidak mau merepotkan mereka.
aku tau mereka tidak menuntut balas
tapi cinta mereka yang begitu besar mustahil untuk tidak ku balas
tolonglah Tuhan, bantu aku dengan rasa sakit ini
paling tidak buat aku cukup kuat untuk tidak mengeluh pada mereka.
aku sangat mencintai mereka Tuhan.
ya! aku terima aku tidak akan pernah bisa naik gunung2 yang tinggi seperti impianku.
ya! aku terima bahwa kemana-mana harus menyiapkan obat.
tapi buat aku cukup kaya untuk penyakit itu Tuhan.
aku tidak mau lagi merepotkan ayahku yang sudah tidak punya gaji itu.
mereka adalah orang tua yang demikian tulus
yang selalu membanggakan aku
padahal aku ini pengecut besar-besaran
tukang nangis kelas handal
peragu
tidak sedikitpun mereka pernah menyinggung kekurangan2ku
malah mereka membesar-besarkan prestasiku yang tidak seberapa
jadi buat aku cukup tegar untuk semua ini Tuhan
jikapun aku harus meninggalkan Jakarta, mengubur semua mimpi untuk berbakti kepada mereka,
kuatkan hatiku.
kuatkan
kuatkan
kuat
ku
About Author
Name Halimah
Job Author,Writer
Mama...
Di tirai pagi kubersandar pada dinding kesedihan
Di senandung alam kuberbaring pada rajutan kerinduan
Telah jauh jarak antara kutub-kutub tubuh kita
Membentang kerinduan didalam anak-anak sungai diujung mataku
Mama...
Coba kukumpulkan keindahan dunia untuk ganti hadirmu
Coba kupilah yang terbaik untuk isi kerinduanku
Tapi Ma...
Dunia takkan mampu menggantikanmu
Pilahan yang terbaik takkan lagi coba kuisi dalam rinduku
Dunia...ah apalah arti dunia ketika surgapun ditelapak kakimu
Menopang segala yang ada ditubuh, hati dan luangan kasih sayangmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam rahimmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam gendonganmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam pangkuanmu
Hingga derita kau rasa indah demi anak-anakmu
Rindu ini hadir dalam Doa anakmu
Agar surga selalu hadir untukmu
Bukan hanya ditelapak kakimu
About Contributor
Nama Nony Noy
Job Freelance
Di tirai pagi kubersandar pada dinding kesedihan
Di senandung alam kuberbaring pada rajutan kerinduan
Telah jauh jarak antara kutub-kutub tubuh kita
Membentang kerinduan didalam anak-anak sungai diujung mataku
Mama...
Coba kukumpulkan keindahan dunia untuk ganti hadirmu
Coba kupilah yang terbaik untuk isi kerinduanku
Tapi Ma...
Dunia takkan mampu menggantikanmu
Pilahan yang terbaik takkan lagi coba kuisi dalam rinduku
Dunia...ah apalah arti dunia ketika surgapun ditelapak kakimu
Menopang segala yang ada ditubuh, hati dan luangan kasih sayangmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam rahimmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam gendonganmu
Hingga begitu indah setiap detik dalam pangkuanmu
Hingga derita kau rasa indah demi anak-anakmu
Rindu ini hadir dalam Doa anakmu
Agar surga selalu hadir untukmu
Bukan hanya ditelapak kakimu
About Contributor
Nama Nony Noy
Job Freelance
Tuhan..
Maaf bila aku menulis surat ini lagi padaMu
Entah sudah berapa surat yang aku tulis untukMu
Untuk sekedar menyampaikan perasaanku yang tak tersampaikan kepadanya
Bukan karena aku tak mengenalnya
Tetapi karena memang tak seharusnya aku sampaikan apa yang aku rasa tentangnya
Bahwa perasaan aku padanya memang tak layak tersampaikan padanya
Tuhan...
Ingin sebenarnya aku menyimpan saja apa yang aku rasakan malam ini
Tanpa membaginya pada siapapun
Juga padaMu
Hhmm,, rasanya malu saja jika harus membagi perasaan ini
Tapi aku tak kuat menahannya sendiri
Tuhan...
Jika saja ada satu orang yang didekatku malam ini
Aku ingin membagi perasaan ini padanya
Setidaknya aku butuhkan ia untuk duduk di dekatku saja
Menemaniku meredam emosi yang memang seharusnya tidak mampu tersulut apapun
Menemaniku menyimpan lebih rapi apa yang tidak seharusnya aku tampakkan
Menemaniku menata rasaku yang mengantar diberbagai rasa
Mengambang lemah tanpa tau menentukan rasa apa yang seharusnya terasa
Tuhan...
Terasa sangat jelas semestinya tak seharusnya aku merasakan apa yang tidak ia rasakan
Tapi bukan aku yang mau merasakan rasa ini
Rasa ini datang begitu saja seperti biasa
Datang tak diundang, tetapi pergi harus diusir dengan segala perjuangan
Karena tanpa harus dipaksa
Rasa itu yang memaksa ia tinggal di dalam hatiku
Saat itu seharusnya waktu yang tepat untuk memaksanya keluar dari raga jiwaku
Tuhan...
Ini bukan rasa dan perasaan yang tersia
Ini hanya rasa dan perasaan yang salah waktu di tempat yang tepat
Mungkin,,,
Atau bisa jadi sebaliknya
Salah tempat di waktu yang tepat
Entahlah !!!
Tuhan...
Maafkan aku kalau Engkau bosan dengan ceritaku
Tapi aku benar-benar tidak sanggup menahannya
Aku hanya bisa berdoa
Semoga kebahagiaan selalu tercurah untuknya
Amin Ya Robbal Alamin
(Terinspirasi dari curhatan seseorang yang jauh disana)
Maaf bila aku menulis surat ini lagi padaMu
Entah sudah berapa surat yang aku tulis untukMu
Untuk sekedar menyampaikan perasaanku yang tak tersampaikan kepadanya
Bukan karena aku tak mengenalnya
Tetapi karena memang tak seharusnya aku sampaikan apa yang aku rasa tentangnya
Bahwa perasaan aku padanya memang tak layak tersampaikan padanya
Tuhan...
Ingin sebenarnya aku menyimpan saja apa yang aku rasakan malam ini
Tanpa membaginya pada siapapun
Juga padaMu
Hhmm,, rasanya malu saja jika harus membagi perasaan ini
Tapi aku tak kuat menahannya sendiri
Tuhan...
Jika saja ada satu orang yang didekatku malam ini
Aku ingin membagi perasaan ini padanya
Setidaknya aku butuhkan ia untuk duduk di dekatku saja
Menemaniku meredam emosi yang memang seharusnya tidak mampu tersulut apapun
Menemaniku menyimpan lebih rapi apa yang tidak seharusnya aku tampakkan
Menemaniku menata rasaku yang mengantar diberbagai rasa
Mengambang lemah tanpa tau menentukan rasa apa yang seharusnya terasa
Tuhan...
Terasa sangat jelas semestinya tak seharusnya aku merasakan apa yang tidak ia rasakan
Tapi bukan aku yang mau merasakan rasa ini
Rasa ini datang begitu saja seperti biasa
Datang tak diundang, tetapi pergi harus diusir dengan segala perjuangan
Karena tanpa harus dipaksa
Rasa itu yang memaksa ia tinggal di dalam hatiku
Saat itu seharusnya waktu yang tepat untuk memaksanya keluar dari raga jiwaku
Tuhan...
Ini bukan rasa dan perasaan yang tersia
Ini hanya rasa dan perasaan yang salah waktu di tempat yang tepat
Mungkin,,,
Atau bisa jadi sebaliknya
Salah tempat di waktu yang tepat
Entahlah !!!
Tuhan...
Maafkan aku kalau Engkau bosan dengan ceritaku
Tapi aku benar-benar tidak sanggup menahannya
Aku hanya bisa berdoa
Semoga kebahagiaan selalu tercurah untuknya
Amin Ya Robbal Alamin
(Terinspirasi dari curhatan seseorang yang jauh disana)
![]() |
| Penulis (Noni Noy) |










